Epic Journey – Eps 19


Salam Bikers,

Saya sudah berada di Erenhot China (2 September 2015). Kemarin di Sainshan di Gurun Gobi tidak ada jaringan Wifi jadi saya baru bisa membagikan cerita – cerita menarik dan pengalaman yang sangat berkesan kepada rekan – rekan bikers hari ini.
Foto – Foto yang akan saya share di mulai dari 2 Hari yang lalu saat di Ulan Bator.
Mengenai Mongolia, Erenhot (sekarang negara China) sebelum perang dunia ke – 2 adalah milik Mongolia. Daerah inilah yang dikatakan Inner Mongolia. Makanya penduduk di mongolia hanya 3 juta, sedangkan Mongol yang di China / Inner Mongolia Jutaan,
Mongolia di zaman Chengis Khaan kekuasaan areanya sangat luas tetapi sekarang jadi negara kecil tidak berdaya.

Yak, tak ada kuda, kerbau pun jadi Yak, tak ada kuda, kerbau pun jadi The Champion The Champion Tee Box dan Green nya dari Carpet 5 Tee Box dan Green nya dari Carpet 5 Tebak mana yang lebih keren.. Hahaha (yang tengah pegulat dari INDONESIA) Tebak mana yang lebih keren.. Hahaha (yang tengah pegulat dari INDONESIA) Tak hanya di gurun Arab, Unta pun ada di Gurun Gobi dengan 2 Punuk nya Tak hanya di gurun Arab, Unta pun ada di Gurun Gobi dengan 2 Punuk nya Senja digurun Gobi Senja digurun Gobi Sejauh mata memandang hanya gurun dan padang rumput Sejauh mata memandang hanya gurun dan padang rumput Rasanya... ya seperti itu lah.. Hahaha Rasanya... ya seperti itu lah.. Hahaha Potret Bersama Potret Bersama Pintu gerbang komplek Chengis Khan Pintu gerbang komplek Chengis Khan Pemanasan sebelum Adu Gulat, Menari seperti Elang Pemanasan sebelum Adu Gulat, Menari seperti Elang Patung Liberty nya Mongolia, menandakan Kemenangan Mongolia pada tahun 1961 Patung Liberty nya Mongolia, menandakan Kemenangan Mongolia pada tahun 1961 Patung Lenin dihalaman Hotel Terelj Patung Lenin dihalaman Hotel Terelj Patung ini tingginya 40 meter. naik tangga 4 lantai sampai ke posisi potret. Patung di buat dari Stainless Steel Patung ini tingginya 40 meter. naik tangga 4 lantai sampai ke posisi potret. Patung di buat dari Stainless Steel Orkes Tradisional Mongol selain lagu Rakyat mongol, bisa lagu dari ABBA, Money - Money Orkes Tradisional Mongol selain lagu Rakyat mongol, bisa lagu dari ABBA, Money - Money No 1 No 1 Negara yang ke 57 Mongolia. Baru setengah jalan 10.000 km dari 21.000 km Negara yang ke 57 Mongolia. Baru setengah jalan 10.000 km dari 21.000 km Museum Chengis Khaan Museum Chengis Khaan Moment spesial, ultah Mary Makepeace, sedang di peluk oleh ibu ida Moment spesial, ultah Mary Makepeace, sedang di peluk oleh ibu ida Mendapatkan kehormatan untuk memberikan Hadiah kepada pemenang Lomba Kuda Tradisional 7 KM tanpa Pelana (entah bagaimana rasanya) Mendapatkan kehormatan untuk memberikan Hadiah kepada pemenang Lomba Kuda Tradisional 7 KM tanpa Pelana (entah bagaimana rasanya) Komplek Chengis Khaan Komplek Chengis Khaan In Action (Entah kemana itu arah panahnya,, Hahaha) In Action (Entah kemana itu arah panahnya,, Hahaha) Ibu Ida yang selalu setia ikut menemani Suami Ibu Ida yang selalu setia ikut menemani Suami Ibu Ida sedang memperhatikan bagaimana cara untuk memanah yang baik dan benar Ibu Ida sedang memperhatikan bagaimana cara untuk memanah yang baik dan benar Ibu Ida in Action Ibu Ida in Action Hole No 1 Hole No 1 Halaman Hotel Terejl Bintang 5, dilokasi National Park 60 miles dari ibukota Ulan Bator Halaman Hotel Terejl Bintang 5, dilokasi National Park 60 miles dari ibukota Ulan Bator Gulat Mongolia Gulat Mongolia Gulat Mongolia, seperti - seperti WWE atau RAW di Amerika namun ini di alam terbuka Gulat Mongolia, seperti - seperti WWE atau RAW di Amerika namun ini di alam terbuka Golf Club ulan Bator 2, Nyempetin Golf 9 holes, Orang Indonesia pertama yang main di lapangan ini Golf Club ulan Bator 2, Nyempetin Golf 9 holes, Orang Indonesia pertama yang main di lapangan ini
« 1 dari 2 »

Di Mongolia, Banyak sekali yang serupa Roman Empire, Yunani, Turkey, Soviet Union. Ada benang merahnya. Mereka tidak melakukan pendidikan kepada generasi penerus terbuai oleh kejayaan saat ini. Negara penghasil minyak menikmati hidup spending karena uang dari minyak. Bagaimana kalau minyak atau hasil bumi habis ???
Sedangkan Jerman, Korea, Japan, Singapura tidak punya apa2 tetapi mereka punya SDM yg baik.
Menurut saya siapa yg berani investasi di SDM berarti punya teknologi akan maju dan berjaya .
Mengapa China sangat maju karena China mempunyai ke dua2nya. Jadi kalau Indonesia serius dalam meningkatkan mutu Pendidikan tidak hanya complain dan mengeluh dan tidak gonta ganti kurikulum maka Indonesia akan berjaya seperti Negara – negara maju saat ini.

Terimakasih sudah membaca cerita saya dan silahkan tinggalkan komentar Anda di kolom komentar.
Salam,
Alexander Lunardi

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*